Tradisi Unik yang Hanya Ditemui pada Bulan Ramadan

Tradisi Unik yang Hanya Ditemui pada Bulan Ramadan

Dirayakan oleh jutaan Muslim di seluruh dunia, Ramadan selalu dinantikan setiap tahun di bulan kesembilan dalam kalender Islam. Tak heran, kehadiran Ramadan selalu disambut dengan suka cita dengan berbagai tradisi berbeda sesuai dengan budaya di negara masing-masing.

Dikutip dari laman Culture Trip, berikut beberapa tradisi Ramadan yang ada di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

  • Pria berkumpul untuk bermain mheibes di Irak

Di waktu awal malam, setelah berbuka puasa, orang-orang dari berbagai generasi di Irak berkumpul untuk memainkan permainan tradisional mheibes. Permainan dominan dimainkan oleh pria selama Ramadan.

Permainan ini melibatkan dua kelompok berisi 40 sampai 250 pemain yang secara bergantian menyembunyikan mheibes atau cincin. Permainan ini adalah mencari orang yang menyembunyikan cincin.

  • Seheriwalas membangunkan sahur di India

Seheriwalas (atau zohridaars) dari Delhi adalah bagian dari tradisi Islam yang masih bertahan hingga kini dan merepresentasikan budaya dan warisan Mughal kuno dari kota itu. Selama Ramadan, seheriwalas akan berjalan di sepanjang kota saat dini hari, melantunkan nama Allah dan Nabi Muhammad, sebagai cara membangunkan sahur. Tradisi selama berabad-abad ini masih dipraktikkan di beberapa bagian kota Delhi Kuno, khususnya di lingkungan dengan populasi Islam yang besar.

  • Anak-anak bernyanyi demi permen di Uni Emirat Arab

Sering dibandingkan dengan kebudayaan Barat trick or treat, tradisi yang disebut dengan haq al laila dilakukan pada hari ke-14 bulan Syaban, bulan sebelum Ramadan.

Tradisi ini dilakukan di banyak negara di Teluk. Hari tersebut ditandai dengan banyaknya anak-anak berkeliaran di lingkungan rumah mereka dengan berpakaian berwarna cerah, mengumpulkan permen dan kacang dalam tas besar yang disebut dengan kharyta sambil menyanyikan lagu tradisional lokal.

  • Para wanita berkumpul pada malam Idul Fitri di Pakistan

Saat bulan baru penanda akhir Ramadan terlihat dan Idul Fitri datang, dimulailah perayaan Chaand Raat di Pakistan. Setelah buka puasa terakhir, para wanita dan anak-anak perempuan berkumpul di bazar lokal untuk membeli gelang warna warni dan melukis tangan dan kaki mereka dengan henna.

  • Tembakan meriam untuk buka puasa di Libanon

Di banyak negara di Timur Tengah, meriam ditembakkan setiap hari selama Ramadan untuk menandai waktu berbuka. Tradisi ini, dikenal dengan midfa al iftar.

Berawal dari 200 tahun lalu, saat negeri itu diperintah oleh Kekaisaran Ottoman, Khosh Qadam. Saat mencoba meriam baru saat matahari terbenam, Qadam tidak sengaja menembakkannya, dan suaranya menggema di seluruh Kairo hingga membuat banyak warga mengira itu adalah cara baru untuk menandakan berakhirnya puasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *